tips ngeblog

tips ngeblog

Breaking

Monday, February 18, 2019

Bawaan dan Pakaian Simpel tapi Modis untuk Umrah ala Traveler Muda

2:29 AM 0
Bawaan dan Pakaian Simpel tapi Modis untuk Umrah ala Traveler Muda
IBADAH umrah dan haji dewasa ini bukan hanya identik dengan para orang tua. Muslim generasi milenial dan pemuda juga ramai menjadi bagian dari jemaah umrah dan haji setiap tahunnya dari Indonesia. Sama seperti peserta haji dan umrah lainnya, banyak hal yang dicari pemuda menjelang keberangkatan perjalanan suci ini. Mulai dari bagaimana cara mendaftar umrah, berapa batas minimal dan maksimal usia saat umrah, apa saja yang dibawa saat umrah, sampai pakaian modis untuk tetap keren saat menunaikan ibadah umrah.
Belum lagi tren traveler yang merebak satu dekade ini di kalangan pemuda. Berangkat umrah jadi bagian dari hobi pelesir dan selalu perlu untuk menunjang penampilan. Apalagi dengan adanya media sosial, banyak traveler yang selalu ingin membagikan penampilan modisnya saat beribadah di Mekah dan Madinah.
Jabal Rahmah/GITA PRATIWI/PR
Namun, seperti umumnya ditawarkan biro-biro perjalanan tanah air, bahwa perjalanan umrah juga membawa turis ke tempat-tempat yang kadang harus didaki. Sebut saja Jabal Nur, Jabal Rahmah, dan lokasi-lokasi lainnya.
Sementara, bagi traveler, makin sederhana bawaan makin memudahkan kita untuk pindah dari satu destinasi ke lainnya. Namun juga tetap mengutamakan salat lima waktu berjemaah di Masjidil Haram. Makanya, dibutuhkan bawaan dan pakaian simpel, tapi juga modis untuk umrah.
Berikut ini beberapa item yang mungkin bisa membantu kamu menentukan apa saja yang dibawa saat umrah, tapi tetap simpel dan modis:

GITA PRATIWI/PR

1. Travel backpack 

Sedianya setiap berangkat umrah bersama biro perjalanan, maka akan menerima sebuah koper dengan logo khas biro tersebut. Namun biasanya, seorang peserta umrah dianjurnkan membawa satu tas lainnya. Bisa berupa koper, tas jinjing, atau ransel.
Menurut Direktur Torch Store, Ben Wirawan Sudarmadji, pilihan travel backpack ukuran 45 liter sangat disarankan untuk pelancong dengan lama perjalanan satu minggu.
Ditemui di toko Torch Jalan Laswi Kota Bandung, ia menunjukkan beberapa seri modis travel backpack Torch 45 liter bertajuk Bali, Takahagi, dan New York.
GITA PRATIWI/PR
"Kapasitasnya mirip koper tapi lebih simpel dan bisa digendong, tapi resletingnya yang panjang membuat tas bisa dibuka dalam posisi tidur," katanya, Minggu 17 Februari 2019.
Dengan kapasitas luas itu memungkinkan kita membawa tujuh setel pakaian, pakaian tidur, mukena atau sarung, sajadah, perlengkapan mandi, dan kosmetik. Sisanya kebutuhan pribadi yang harus kita bawa selama menginap dan berkendara.

GITA PRATIWI/PR

2. Travel pouch

Jika travel backpack atau koper untuk membawa berbagai kebutuhan ketika menginap, kita membutuhkan juga travel pouch untuk jalan-jalan sehari-hari saat umrah. Di sela-sela ibadah tawaf, salat-salat wajib dan sunnah, kita tentu ingin menikmati keindahan kota.
Maka, diperlukan tas kecil namun bisa memuat banyak. "Seperti travel pouch kami, bisa untuk membawa sandal, handphone, paspor, sekaligus bahannya anti air," ujar Ben lagi.
Benda yang akan dimasukkan ke travel pouch ialah sandal saat memasuki Masjidil Haram, sebab di sana tidak ada tempat penitipan sandal. Untuk di Masjid Nabawi, kita bisa menitipkan sandal namun karena luasnya masjid dan banyaknya pintu di sana, dikhawatirkan kita pulang melalui pintu yang berbeda.
Bawalah benda-benda penting lainnya yang riskan jika ditinggal di kamar hotel. Misalnya dompet, paspor, kamera, dan handphone. Tentunya kamera dan handphone akan sangat berguna untuk dokumentasi dan narsis di spot-spot bagus sekitar masjid juga destinasi wisata.
Sunnies atau kacamata hitam anti UV juga sangat diperlukan. Selain untuk melindungi mata dari silaunya matahari saat kemarau di Arab Saudi, juga menambah kesan modis di foto-foto kamu.
Jabal Rahmah/GITA PRATIWI/PR

3. Pakaian berbahan polar

Bahan ini recommended untuk traveler yang berencana ke negara-negara subtropis dengan cuaca dingin. Begitu juga Arab Saudi, ketika bulan-bulan tertentu saat musim hujan di sana.
Suhu di Madinah bisa mencapai 18 derajat Celcius saat malam hingga menjelang salat subuh. Makanya jangan lupa membawa sweater, jika memperoleh informasi tentang cuaca dingin di sana.
Ben mengatakan, pakaian berbahan polar cukup unik, sebab ketika di udara panas pun tidak akan membuat kegerahan. "Untuk di udara dingin, misalnya saat musim hujan, di dalam pesawat, dan kereta, ini menghangatkan. Bahannya tidak terlalu tebal tidak terlalu tipis. Saat panas di dalam kendaraan travel atau sedang berjalan-jalan di suhu yang hangat pun tetapi nyaman," ujar dia.
Jabal Rahmah/GITA PRATIWI/PR

4. Sandal ramah perjalanan

Kamu bisa membawa sepatu juga sandal saat ibadah umrah. Akan tetapi, jika kamu harus memilih di antara keduanya demi meluangkan bawaan, pilih salah satu.
Sebagai gambaran untuk pemula, saat umrah kita akan bolak-balik dari hotel ke tempat salat di Masjidil Haram. Saat masuk masjid, alas kaki akan dimasukkan ke tas. Jika kita memilih sepatu, maka akan cukup ribet dan berat.
Pun jika memilih sandal jepit karet biasa, kemungkinan mudah putus, dan bagian bawahnya licin saat menginjak lantai basah.
Berbekal dari pengalamannya sendiri Ben Wirawan Sudarmadji pun merancang Torch Arrafa. "Saya pakai sandal jepit, terinjak belakangnya hingga jatuh saat mau salat Jumat. Artinya untuk kebutuhan ibadah, ini harus dipikirkan," katanya.
Banyak jemaah umrah yang sengaja membeli sandal haji untuk keperluan umrah. Namun, ketika di sana, mereka tidak merasakan nyaman, dan sandal bawaannya pun sia-sia. Biasanya hal itu karena bahannya yang sangat keras dan kaku, berat, dan tidak seperti yang digunakan aktivitas sehari-hari di Indonesia.
Tips memilih sandal ramah perjalanan, antara lain tali atau strap-nya yang ringan dan elastis. Sehingga, untuk mengoreksi ukurannya saat lepas dan pakai tidak begitu sulit, apalagi bagi lansia. Pilih juga sandal dengan sol dengan guratan cukup dalam supaya tidak licin saat dipakai berjalan.
"Torch Arrafa ada karet tebal yang bisa ditarik dengan lebar sehingga kaki mudah masuk. Dan karena sering wudu saat di sana, talinya dengan mudah bisa ditempel ke depan," ujar dia.
Belum lagi bahannya yang terinspirasi dari baju selam, memungkinkan sandal cepat kering, sehingga selalu nyaman dipakai. Tersedia dalam berbagai warna untuk pria dan wanita, sandal ini masih jadi produk best seller Torch Store.
GITA PRATIWI/PR

5. Pakaian beresleting

Banyak jemaah haji dan umrah memakai baju kangguru, atau pakaian dalam dengan resleting di bagian perut. Biasanya wadah itu untuk menyimpan benda-benda amat penting selama bepergian di sana.
Namun, bagi perempuan atau lelaki yang bergamis, penggunaan baju kangguru cukup merepotkan. 
Kuncinya, resleting tidak harus ada di bagian perut. Bisa di celana, di saku gamis, atau di dada yang tertutup kerudung.***